Satu pagi, aq menelpon haney untuk memecah kondisi perang dingin yg sedang berlangsung. Setelah sedikit basa-basi, topik pembicaraan kemudian mengarah pada sistem pakar.
“Sedang buat tugas proposal. Pokoknya yang ada sistem pakarnya”, jelasku.
“Klo aq dulu buat Sistem Pakar untuk Deteksi Dini dan Vaksinasi Pencegahan Kanker Leher Rahim Lalu, kau mau buat apa? Apa temamu?”, tanya haney.
“Entahlah, GIS..., atau DSS.”
“Wegh, itu khan udah beda topik. (Udah gak ada urusan ama ES)”
“Loh, iya, toh?” –Bingung mode oN-
---------------------------------------------
Sekarang ditelusuri lagi, mengapa haney menganggap GIS (atau DSS) itu beda topik dengan ES. Setelah buka buku catetan yang udah lecek, ada tulisan REKAYASA SISTEM INFORMASI, macamnya:
ITSM
ITIL
MPR
HRIS (Human Resources Information System)
OA (Office Automatic)
ES (Expert System) <= Ini, loh, Sistem Pakarnya.
ERP (Enterprise Resources Planning)
GIS (Geographic Information System)
DSS (Decision Support System)
VO (Virtual Office)
EIS (Executive Information System)
AIS (Accounting Information System)
MIS (Management Information System)
Dll
---------------------------------------------
Hum, emang haney gak njelasin apa beda ES dengan GIS (atau DSS). Tapi bagi seorang haney yang di mataku tak punya waktu untuk belajar, dia dengan mudahnya bisa memberitahu klo ES itu bukan bagian dari GIS (atau pun DSS).
Huh. Gonduk, mode oN, gw. Gak belajar aja bisa paham kek gitu. Coba bandingin ma gw yg harus baca super serius biar pelajaran kek gitu bisa nyantel di otak gw. -.-“
Awas, keh..., nek ura dadi uwong.
(/me mengancam mode oN.) ---------------------------------------------
Sekarang aq coba teliti lagi mengapa aq bisa menjawab “Entahlah, GIS..., atau DSS”, untuk pertanyaan seperti itu. Klo boleh aq nyari alibi, sih karena:
Sistem Informasi
^
DSS
^
Sistem Pakar
(Ini gambar di buku lecek gw juga.)
Yang artinya, di dalam Sistem Informasi itu (salah satunya) ada DSS dan DSS itu dikembangkan dari Sistem Pakar. Sistem Pakar itu mentransformasikan kepakaran ke sistem, yang dalam hal ini ditransformasikan ke sistem yang diolah lagi menjadi DSS. Bingung, ra?
Maaf, ga bisa menjelaskan dalam kalimat yang lebih mengena. Misal kita ingin membuat DSS, mungkin saja informasi yang dikumpulkan itu milik pakar (pakai ES). Trus misal informasi milik pakar itu berhubungan dengan keruangan, kita pakai GIS juga. Lumayan rancu, tapi emang pada dasarnya rekayasa SI itu terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu, sih.
Jadi mungkin saja kita memakai beberapa macam rekayasa SI, tinggal tergantung kita, tujuan utama pembangunan SI itu ke arah mana. Misal tujuan utamanya ke DSS, berarti kita memakai ES untuk membangun DSS tersebut. Dan dalam pengolahan datanya kita memakai GIS.
Ya, itu dari sudut pandangku. Klo alibiku tidak meyakinkan, ya maap.... 